Pesatnya perkembangan teknologi ditambah munculnya industri kreatif menjadikan desain grafis ikut terdongkrak. Karena dalam dunia digital, grafis memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyampai pesan.

Hampir semua bidang saat ini membutuhkan desain grafis sehingga peluang kerja bagi para desainer pun terbuka lebar dengan prospek penghasilan yang cukup  menggiurkan. Maka tidak heran jika generasi millenial semakin banyak yang tertarik  mendalami desain grafis.

Apa itu Desain Grafis?

Banyak pakar yang mendefiniskan arti dari kata desain grafis sesuai dengan persepsi masing-masing. Namun secara sederhana, desain grafis adalah sebagai sebuah proses dalam mengkombinasikan ilustrasi, fotografi, tipografi dan cetak yang bertujuan persuasif (mengajak) serta memberi perintah dan informasi.

Karena perannya sebagai penyampai pesan dan informasi melalui sentuhan visual, desain grafis juga disebut ‘desain komunikasi visual’. Dalam perkembangannya desain grafis dimasukkan ke dalam kategori commercial art, karena memasuki ranah bisnis dengan memadukan unsur seni rupa dan komunikasi.

Berbicara tentang sejarah perkembangannya, sejarah desain grafis tidak dapat dipisahkan dari perkembangan seni rupa. Itu sebabnya awal dari sejarah desain grafis dianggap sama dengan awal dari sejarah seni rupa yaitu pada 15.000 – 10.000 SM atau berdasarkan tahun dibuatnya lukisan gua di Lascaux, Prancis.

Dalam dunia modern, Henry Cole dianggap sebagai peletak dasar penerapan desain grafis di dunia industri. Karena dia yang pertama kali berhasil meyakinkan pemerintah Inggris pada abad ke-19 tentang pentingnya desain grafis bagi dunia industri lewat sebuah jurnal yang berjudul Journal of Design and Manufactures serta menggelar The Great Exhibition untuk merayakan munculnya teknologi industri modern.

Sedangkan kata “Graphic Designer” atau Desainer Grafis digunakan untuk pertama kalinya pada tahun 1922 oleh penulis William Addison Dwiggins dalam esainya yang berjudul: New Kind of Printing Calls for New Design.

Bermula dari abad ke-19 itulah desain grafis mulai banyak diakui dan banyak diterapkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan desain grafis utamanya untuk kebutuhan advertising dan kemasan produk.

Saat ini perkembangan industri desain grafis semakin tidak terbendung disebabkan karena  perkembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dari dunia grafis. Hal tersebut dapat dilihat dari semakin maraknya industri video, online shop, developer website dan aplikasi serta industri lainnya yang membutuhkan peran seorang desainer grafis.

Unsur-Unsur Desain Grafis

Saat kamu melihat sebuah hasil karya desain grafis, karya tersebut sebenarnya terbangun atas beberapa unsur. Inilah unsur-unsur yang membangun karya desain grafis.

1. Garis

Garis adalah himpunan titik-titik yang satu sama lain saling terhubung secara urut, runut dan rapat serta menjadi penegas dari aksen atau kontur suatu bidang. Jenis dari garis bisa tegak lurus memanjang, melengkung, bergelombang atau diagonal. Garis bisa dalam bentuk tegas maupun terputus-putus.

2. Tekstur

Tekstur adalah gambaran dari suatu jenis atau sifat dari sebuah permukaan. Tekstur akan memberikan kesan saat dilihat atau diraba serta memberikan sensasi visual ketika dilihat karena dapat menarik atau membangkitkan perasaan.

3. Warna

Secara sederhana warna dapat didefinisikan sebagai citra yang diterima oleh retina mata sebagai penangkap gelombang cahaya untuk selanjutnya diterjemahkan oleh otak. Dalam dunia desain grafis, warna memberikan corak pemanis dan memperindah unsur-unsurnya serta memberikan sesnsasi yang dapat menarik perhatian sebagaimana halnya tekstur.

4. Bidang/Bentuk

Bertemuanya antara titik awal dengan titik akhir suatu garis akan menghasilkan sebuah bidang. Bidang sendiri terbagi atas dua jenis, pertama, bidang geometris seperti persegi, segitiga, lingkaran serta yang lain, dan kedua bidang organis yang berupa bentuk bebas tidak beraturan serta fleksibel.

5. Ruang

Ruang digunakan untuk menyebut dimensi dari sebuah desain grafis atau tempat berkumpulnya semua unsur grafis dalam satu kesatuan. Makna lain dari ruang adalah area kosong yang menjadikan unsur satu dengan unsur yang lain memiliki jarak.

Itulah 5 unsur yang membangun sebuah karya desain grafis. Kombinasi dari kelima unsur itulah yang dieksploitasi oleh seorang desainer untuk menghasilkan sebuah tampilan baru yang original, unik serta menarik apabila dipadupadankan secara tepat. Untuk itulah sebuah desain grafis harus senantiasa memperhatikan dengan baik prinsip komunikasi visual.

Baca Juga:

10 Aplikasi Desain Grafis Android Terbaik dan Cocok Buat Pemula

Jenis-Jenis Desain Grafis

Untuk dapat mengaplikasikan desain grafis, jenis media yang digunakan awalnya berupa media 2 dimensi seperti papan, kertas, kain dan sebagainya. Namun, pesatnya perkembangan teknologi, membuat media yang digunakan untuk desain grafis ikut berkembang yakni digunakannya media 3 dimensi berupa perangkat untuk menampilkan gambar bergerak.

Dengan bertambahnya media yang digunakan, klasifikasi desain grafispun turut mengalami perubahan. Hal itulah yang menjadikan jenis desain grafis dibedakan berdasarkan aplikasinya. Berikut jenis-jenis desain grafis yang berkembang saat ini.

1. Desain Identifikasi

Desain identifikasi ini pada umumnya digunakan dalam dunia industri, seperti materi promosi (poster, banner, baliho, spanduk, dan sebagainya), desain logo, profil perusahaan, serta yang lain.

Disebut desain identifikasi karena fungsi dari desain grafis dalam hal ini adalah untuk memperkenalkan, memberitahukan sekaligus mengingatkan kepada publik terkait sebuah informasi.

2. Desain Printing atau Percetakan

Disebut desain printing karena aplikasi desain grafis digunakan untuk kebutuhan percetakan dengan berbagai bentuknya, seperti pembuatan sampul buku, tata letak koran, tabloid dan majalah dan berbagai media cetak yang lain.

Pengaplikasian desain printing ini pada kondisi tertentu dapat sekaligus mengaplikasikan desain identifikasi, seperti dalam pembuatan poster, banner, flyer, pamflet, dan produk-produk promosi lainnya yang dibuat oleh perusahaan atau institusi lainnya.

3. Desain Produk

Jika aktifitas desain digunakan untuk mendesain kemasan secara menyeluruh, mulai dari bentuk hingga tampilan luar secara keseluruhan, maka dinamakan desain produk. Pembuatan kemasan yang dimaksud, tidak hanya sebatas pada kemasan yang berukuran kecil, tapi juga kompartemen berukuran besar yang menampung sejumlah unit produk.

Selain itu berbagai jenis merchandise dan berbagai bentuk pendukung promosi juga dapat dimasukkan ke dalam kategori desain produk.

4. Desain Multimedia

Multi memiliki arti lebih dari satu. Sehingga desain multimedia secara sederhana dapat diartikan sebagai jenis desain yang memanfaatkan berbagai jenis media dalam proses pembuatannya. Beberapa contoh dari desain multimedia yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah: klip, konten video, iklan televisi, film animasi serta yang lain.

5. Desain Digital

Seiring dengan dimulainya penggunaan internet disusul dengan munculnya produk-produk digital, jenis grafispun mengalami perkembangan yaitu dengan munculnya desain digital berupa desain aplikasi, game digital, antarmuka website, wallpaper, template dan berbagai produk digital lainnya.

Dampak dari pesatnya perkembangan desain digital dan semakin tingginya permintaan, membuat teknologi yang ditanamkan ke dalam komputer untuk pembuatan desain digitalpun ikut mengalami perkembangan, utamanya pembuatan perangkat lunak. Sehingga untuk pembuatan desain digital saat ini sudah tidak lagi sulit karena seluruh program yang dibutuhkan sudah tersedia dalam perangkat komputer.

Demikian informasi sekilas tentang sejarah, unsur dan jenis desain grafis. Semoga bermanfaat. (*)

*Terimakasih Untuk Pixabay