Tahukah kamu, filosofi warna seragam sekolah SMA Negeri di Indonesia  berwarna abu-abu untuk melambangkan kedewasaan, warna merah pada seragam Sekolah Dasar melambangkan keceriaan, dan warna biru di seragam SMP melambangkan kepercayaan diri?

Seorang desainer grafis wajib mengetahui dan memahami filosofi warna, karena warna tidak hanya sekedar unsur yang membangun karya grafis. Warna juga menjadi faktor utama yang menentukan keindahan sebuah karya desain grafis dan warna juga memiliki pengaruh psikologis pada diri seseorang.

Itu sebabnya, Darwis Triadi, seorang fotografer profesional dalam bukunya yang berjudul Color Vision menyampaikan bahwa “Dengan  warna kita dapat menciptakan suasana yang teduh dan damai, dan dengan warna pula kita dapat menciptakan keberingasan dan kekacauan.”

Hasil dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa keputusan yang diambil dalam membeli sesuatu, 85%nya dipengaruhi oleh warna, karena warna dapat membangkitkan keinginan terpendam dalam diri seseorang.

Contoh paling sederhana untuk mengetahui kekuatan warna dalam mempengaruhi perilaku seseorang adalah digunakannya warna biru pada logo banyak bank di Indonesia, seperti BCA, BRI, BTN, Mandiri dan beberapa bank yang lain. Kenapa harus warna biru yang dipilih? Karena filosofi warna biru ternyata memiliki arti “Kepercayaan”.

Fungsi Warna dalam Desain Grafis

Sebelum mengenal lebih dalam tentang filosofi warna, seorang desainer diharapkan dapat mengetahui fungsi warna dalam desain grafis. Karena dengan mengetahui fungsi warna, seorang desainer akan dapat lebih memahami apa yang diinginkan kliennya serta paham kapan saat yang tepat untuk mengaplikasikan sebuah warna pada karya desain gafisnya. Berikut fungsi warna yang perlu untuk diketahui:

  1. Fungsi  Alamiah

Saat mata melihat sebuah warna, secara alamiah otak akan memproses dan membandingkan, benda apa yang warnanya serupa dengan warna yang dilihat. Artinya, warna-warna dari benda yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari tanpa sadar telah tertanam kuat dan mempengaruhi pikiran serta menciptakan sifat objek secara nyata, misalnya: warna biru untuk mengasosiasikan langit dan laut, hijau untuk tumbuhan dan sebagainya.

  1. Fungsi Psikologis

Segala sesuatu yang ada di sekitar termasuk warna berkaitan dengan psikologi manusia. Bahkan, menurut hasil penelitian warna dapat dikaitkan dengan kejiwaan seseorang. Sehingga dengan warna kepribadian dan karakter seseorang akan dapat diketahui dengan cepat dan tepat. Misalnya seseorang yang berkarakter introvert cenderung menyukai warna-warna cerah.

  1. Fungsi Identitas

Identitas sebuah komunitas, organisasi, institusi, prusahaan dan kelompok seringkali dapat dikenali dari warna khas yang digunakan. Misalnya warna hijau identik dengan organiasi NU, biru dengan Muhammadiyah, Merah identik dengan PDI Perjuangan dan sebagainya.

  1. Fungsi Pembentuk Objek

Selain menambah aspek keindahan, warna juga merupakan elemen pembentuk diferensial dengan objek lain. Contohnya sebuah ruangan yang dindingnya dicat dengan warna favorit seseorang, maka akan menciptakan keindahan tersendiri bagi orang tersebut.

  1. Fungsi Struktural

Warna dengan fungsi strukturalnya perlu dipahami seorang desainer, karena dengan warna sebuah informasi dapat dibedakan dengan informasi yang lain dan dengan warna pula struktur informasi dapat diurutkan berdasarkan skala prioritas. Sehingga dengan warna sebuah informasi dapat lebih mudah disampaikan dan diterima pembacanya.

  1. Fungsi Isyarat dan Komunikasi

Lampu lalu lintas merupakan contoh yang mudah dari fungsi isyarat dan komunikasi yang menyertai warna. Dalam desain grafis pun demikian juga, warna dapat berperan dalam menyampaikan isyarat dan komunikasi. Untuk itu pemilihan warna harus dipertimbangkan dengan matang, agar ide/gagasan yang ingin dituangkan dapat lebih mudah dipahami oleh mereka yang membaca atau melihat hasil desain lewat warna yang ditampilkan.

Filosofi Warna

Setelah mengetahui fungsi warna dalam desain grafis, tiba saatnya untuk mengungkap filosofi warna. Hal ini perlu dipahami para desainer karena dengan memahami dan mempraktikannya maka hasil desainnya tidak saja akan terlihat lebih indah, tapi juga lebih mudah dimengerti dan lebih menyentuh hati.

Berikut filosofi warna atau arti yang terkandung pada setiap warna:

  1. Filosofi Warna Hitam

Hitam menciptakan kesan gelap, suram dan menakutkan tapi juga sekaligus elegan. Warna hitam dalam dunia fashion dikategorikan kedalam warna netral yang dapat dipadupadankan dengan warna yang lain.

Penggunaan warna hitam dapat merepresentasikan rasa percaya diri, klasik, dramatis, misterius serta maskulin. Namun, jika warna hitam terlalu dominan atau tidak seimbang dalam penggunaannya maka kesan yang terbangun adalah kondisi hampa, perasaan yang tertekan, suasana duka, kerusakan hingga kematian.

  1. Filosofi Warna Putih

Warna putih menciptakan kesan suci, bersih, terang dan ringan. Selain itu diyakini memiliki efek terapi sehingga kerap digunakan dalam dunia kesehatan. Filosofi warna putih memberikan kesan kebebasan dan keterbukaan. Tapi jika penggunaannya terlalu berlebihan dapat membuat mata cepat lelah dan kepala terasa nyeri.

  1. Filosofi Warna Merah

Konotasi yang dihadirkan warna merah sama halnya dengan darah, api dan matahari yaitu menghadirkan gairah, kekuatan, semangat dan adrenalin. Warna merah dalam dunia psikologi kerap diidentikkan dengan kegembiraan, kakuatan, cinta, energi, peringatan, kemewahan dan nafsu.  Merah juga identik dengan agresivitas, kecemasan dan kekerasan.

  1. Filosofi Warna Kuning

Kesan yang diciptakan warna kuning adalah rasa optimis, energik, ceria dan bahagia. Ruangan yang dicat dengan warna kuning dipercaya dapat meningkatkan aktivitas mental dan pikiran serta berdampak pada meningkatnya kreatifitas seseorang. Filosofi warna kuning adalah kreatif, cerdas, inovatif dan bijaksana. Namun warna kuning juga menciptakan rasa gelisah, kecemasan, inkonsisten dan tekanan stress.

  1. Filosofi Warna Coklat

Coklat masuk kategori warna netral yang identik dengan stabilitas dan kehangatan. Paduan warna coklat dipercaya dapat menciptakan rasa aman, keakraban dan kenyamanan. Sayangnya, jika digunakan secara berlebihan warna coklat dapat menciptakan kesan kolot, kaku, pesimis dan tidak berperasaan.

  1. Filosofi Warna Abu-abu

Abu-abu seringkali dipakai sebagai warna penetral. Hasil percampuran antara warna hitam dan warna putih ini menggambarkan kestabilan, keseriusan kemandirian serta bertanggungjawab. Usahakan untuk tidak menggunakan warna abu-abu terlalu dominan karena dapat menimbulkan kesan negatif yaitu: membosankan, tidak komunikatif, depresi, kurang energi dan kurang percaya diri.

  1. Filosofi Warna Biru

Warna biru memberikan kesan stabil, luas, sejuk, dingin dan bersifat relaksasi. Dari sisi kesehatan warna biru dipercaya  dapat mengatasi rasa cemas, meningkatkan konsentrasi, mengurangi gejala migrain, tekanan darah tinggi dan insomnia. Filosofi warna biru melambangkan hubungan profesionalitas, percaya diri, kecerdasan dan simbol kekuatan. Sisi negatifnya, warna biru juga berasosiasi sikap dingin, tidak ramah, keras kepala dan kurang empati.

  1. Filosofi Warna Hijau

Hijau merupakan representasi dari warna alam yang sarat akan harmoni (keseimbangan) dan memberi kesan kesegaran, kesuburan, kedamaian, rasa empati, sekaligus memberikan efek relaksasi dan melambangkan penyembuhan. Dalam dunia psikologi, warna hijau sering digunakan untuk membantu mereka yang berada dalam situasi tertekan agar dapat menenangkan dan menyeimbangkan emosinya. Sedang sisi negatif dari warna hijau adalah menimbulkan perasaan bosan, kelemahan, ambisi dan rasa terperangkap.

  1. Filosofi Warna Ungu

Filosofi warna ungu adalah spiritualitas, imajinatif, misterius, ambisius, bijaksana, independen, visioner dan kemewahan. Penggunaan warna ungu dinilai dapat menarik perhatian karena dapat memancarkan kekuatan. Namun jika warna ungu digunakan secara berlebihan sisi negatif yang muncul adalah kesendirian dan kekurangtelitian.

  1. Filosofi Warna Tosca

Tosca atau Turquois mengandung makna emosional, keseimbangan, stabilitas, kesabaran dan ketenangan. Warna ini dipercaya bisa memacu semangat seseorang yang sedang dihinggapi rasa sepi, lelah dan mengalami stress mental. Hal tersebut disebabkan karena warna tosca dapat menenangkan sistem saraf dan membantu konsentrasi sehingga menjadikan pikiran lebih jernih serta meningkatkan rasa percaya diri.

  1. Filosofi Warna Oranye

Alasan digunakannya warna oranye di lingkungan kerja dan di tempat-tempat makan adalah karena oranye dapat merangsang emosi dan menggugah selera. Selain itu filosofi warna oranye melambangkan optimisme, keceriaan, kehangatan, kenyamanan serta memiliki daya tarik yang kuat.

Demikian penjelasan tentang filosofi warna dan fungsinya dalam dunia desain. Fungsi dan filosofi warna ini perlu dipahami para desainer karena warna merupakan unsur yang tidak dapat dilepaskan dalam menjalankan aktifitas kerja. (*)

Gambar oleh GraphicMama-team dari Pixabay